

Sukmajaya | tirtaasastadepok.co.id
PT. Tirta Asasta Depok berkolaborasi dengan KomisiPemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sosialisasipencegahan korupsi dan penerapan sapu bersih pungutan liar di lingkungan kerja yang diikuti oleh puluhan pegawai PT. Tirta Asasta Depok.
Hal itu dilakukan PT. Tirta Asasta Depok untuk terusberkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih tanpaadanya praktik korupsi.
“Ini merupakan upaya kami untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi energi buatteman-teman, karena kami ingin perusahan terus maju dan terhindar dari praktik korupsi,” ujar Olik Abdul Holik, DirekturUtama PT. Tirta Asasta Depok.
Ia menambahkan, saat ini PT. Tirta Asasta tengah menuju IPO. Dari itu, perusahaan harus tetap sehat dan selalu menjagaintegritasnya.
“Alhamdulillah penilain GCG kami di 2024 nilainya 70, di 2025 masih tahap asesmen nilainya kurang lebih 78, mudah-mudahanbisa 80 nilianya. Meskipun nilai 78 sudah kategori baik,” paparnya.
Komisaris Utama PT. Tirta Asasta Depok, Hj. Nina Suzana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baikPemerintah Kota Depok dan KPK yang telah mensupport PT. Tirta Asasta Depok agar terhindar dari praktik korupsi dan pungutan liar.
“Praktik korup dan pungutan liar bisa kita cegah dari mulai dirikita sendiri dan dari hal-hal yang paling kecil. Kalau sikap itusudah tertanam dalam diri kita, Insya Allah praktik korupsi dan pungutan liar tidak ada,” tandasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jajaran komisaris dan direksi terussaling mengawasi dan mengingatkan.
“Sepiritual, Integritas, Amanah dan Peduli (SIAP) yang menjaditagline PT. Tirta Asasta harus dipegang dengan teguh. Jika itusudah dipegang, Insya Allah kita akan selamat dunia akhirat,” jelasnya.
Sementara itu Kasargas Koordinasi Supervisi KPK, Arif Nur Cahyo mengungkapkan, agenda pencegahan korupsi di Perusahaan bukanlah hal yang baru.
“Kami yakin teman-teman di BUMD sudah sering mengikutikegiatan seperti ini. Sehingga kami berharap kita semakin beraniuntuk melakukan pencegahan korupsi di lingkunganperusahaan,” tukasnya didampingi Analis Tipikor KoordinasiSupervisi KPK, Irawati.
Dalam closeing statementnya, Arif mengungkapkan, bahwaPDAM yang sehat bukan hanya mengalirkan air, tetapi menjagakepercayaan public.
“Ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni komitmen pimpinandalam membangun budaya integritas dari level tertinggi. Kemudian perbaikan system, menutup celah korupsi melalui tata kelola berbasis risiko dan yang ketiga Adalah kolaborasipengawasan yakni sinergi pemda, APIP, BPKP dan KPK,” pungkasnya. (TA/13/05/2026)

